Ekonomi

Ada Peluang Keuangan BPJS Defisit di Tahun Ini, Bakal Ada Penyesuaian Iuran?

3
×

Ada Peluang Keuangan BPJS Defisit di Tahun Ini, Bakal Ada Penyesuaian Iuran?

Sebarkan artikel ini
Ada Kesempatan Keuangan BPJS Defisit pada Tahun Ini, Bakal Ada Penyesuaian Iuran?

Reporter: | Editor:

Keuangan BPJS Kesejahteraan berisiko defisit pada tahun ini. Mengingat ada tambahan sekitar Simbol Rupiah 40 triliun dari klaim atau beban yang mana dibayarkan pada tahun lalu. 

Merespon hal ini, Direktur BPJS Aspek Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, pihaknya sudah ada menyiapkan langkah antisipasi terkait peluang desifit ini. 

Salah satu yang digunakan berada dalam dikaji adalah penyesuaian iuran kepesertaan. Meski begitu, hal ini akan bergantung juga pada pemerintahan baru kemudian para pemangku kepentingan lainya. 

Baca Juga:

“Selain penyesuaian iuran ada pula penyesuaian penerima bantuan iuran (PBI), rasionasisi tarif, penguatan sistem anti fraud dll,” jelas Ghufron pada Kontan.co.id, Akhir Pekan (7/7). 

Lebih dari itu, Ghufron mengkaji tambahan pengeluaran dari BPJS Bidang Kesehatan pada tahun setelah itu setulnya memiliki sisi positif. 

Artinya, tambahnya, kepercayaan rakyat terhadap kinerja BPJS mulai meningkat, utilisasi juga meningkat sehingga klaim pengeluaran BPJS Kesejahteraan tahun 2023 lebih tinggi dari Rupiah 40 triliun. 

“BPJS Aspek Kesehatan sudah ada semakin bagus dan juga keuangan makin sehat, memang sebenarnya benar semakin lama aset neto semakin berkurang, maka bervariasi skenario strategi sudah pernah disiapkan kemudian dibahas,” jelas Ghufron. 

Baca Juga:

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas BPJS Aspek Kesehatan Abdul Kadir mengingatkan, akan ada tantangan yang tersebut berat dihadapi BPJS Aspek Kesehatan di dalam 2024.

Dia menyebutkan ketika ini dari 267 jt kontestan atau 95,75% cakupan kepesertaan masih ada sekitar 53 jt partisipan yang digunakan tak aktif. 

Kedua, secara keuangan BPJS Kesejahteraan dibayangi tantangan prospek defisit keuangan. Mengingat ada tambahan sekitar Mata Uang Rupiah 40 triliun dari klaim atau beban yang digunakan dibayarkan di dalam tahun 2023. 

“Ada kenaikan (klaim) Rupiah 40 triliun lebih. Dan sudah ada diprediksi pada tahun 2024 ini kita akan mengalami defisit tahun berjalan sekitar Rupiah 18,9 triliun. Artinya apa? Aset netto BPJS Aspek Kesehatan akan tergerus kemudian pada saatnya nanti akan terbentuk defisit lalu kita akan gagal bayar,” jelas Kadir. 

Ia menjelaskan, defisit tahun berjalan datang dari kewajiban BPJS Aspek Kesehatan di membayarkan klaim ke faskes yang dimaksud lebih banyak besar dibandingkan penerimaan. Adapun selisih yang disebutkan pada masa kini masih dapat ditutup dengan aset netto. 

Baca Juga:

Hal yang disebutkan menjadi tantangan BPJS Bidang Kesehatan ke depan yang digunakan harus diperhatikan. 

“Jadi Rupiah 18,9 triliun itu proyeksi, hitungan aktuaria. Proyeksi defisit tahun berjalan. Tapi kan kita masih aman sebab ada aset netto yang digunakan kita dapat gunakan untuk menutupi itu (selisih biaya klaim),” jelasnya. 

Selanjutnya:

Menarik Dibaca:

Cek Berita dan juga Artikel yang mana lain dalam



Artikel ini disadur dari Ada Potensi Keuangan BPJS Defisit di Tahun Ini, Bakal Ada Penyesuaian Iuran?