Berita

Bahagianya Yohanis dan juga Markus Usai Operasi Katarak Gratis dari Kemensos

14
×

Bahagianya Yohanis dan juga Markus Usai Operasi Katarak Gratis dari Kemensos

Sebarkan artikel ini
Bahagianya Yohanis serta juga Markus Usai Operasi Katarak Gratis dari Kemensos

Jakarta

Yohanis (63) warga Kecamatan Selaru, Kota Kepulauan Tanimbar, Maluku, mengaku bahagia sekaligus lega dapat mengikuti operasi katarak gratis yang digunakan diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos). Yohanis mengaku tiada takut lagi menabrak khalayak pada waktu bekerja.

Hal itu disampaikan Yohanis pada waktu mengikuti operasi katarak di dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr PP Magretti, Kepulauan Tanimbar, Rabu (26/6/2024). Yohanis turut mengantre bersatu 379 lansia lainnya.

Yohanis juga 379 lansia itu mengikuti screening kelayakan yang mana meliputi pengecekan gula darah, tensi, kolesterol, serta biometrik. Kemudian, didapati 240 lansia yang mana lolos pemantauan serta sanggup menjalani operasi katarak.

Lansia yang tidak ada lolos skiriing disebabkan beberapa factor antara lain dikarenakan miliki penyakit penyerta, status belum matang (immature), tekanan pada bola mata faktor hipertensi, kemudian keadaan gula darah bukan normal.

Yohanis satu di antaranya yang tersebut lolos skrining. Pascaoperasi, mata kanan Yohanis dibalut perban.

ADVERTISEMENT

Yohanis mengaku sangat bersyukur sekaligus lega akhirnya kedua matanya bisa jadi mengawasi lagi. Dia berterima kasih untuk Kemensos sudah pernah mengadakan operasi gratis ini.

“Saya bersyukur sudah ada operasi. Operasi dengan cuma-cuma (gratis), mereka (Kemensos) sudah ada bantu kita datang ke sini,” kata Yohanis.

Yohanis mengaku kesulitan hingga terganggu pada waktu bekerja sejak mengidap katarak selama 2 tahun. Yohanis bahkan katanya pernah tidaklah sengaja menabrak pemukim pada waktu mengendarai motor.

“Saya terganggu, beliau (katarak) punya pengaruh luar biasa, tidak ada melihat, saya bawa motor tabrak orang. Kerja susah untuk melihat, apalagi mau baca susah,” jelasnya.

“Tapi yang digunakan saya minta kekurangan yang tersebut belum dapat belaka kacamata, itu saja. Kalau tiada ada kacamata kita setengah meninggal untuk melindungi dan juga bisa jadi bantu baca juga,” kata dia.

Tak hanya sekali Yohanis, rasa bahagia juga bersyukur juga dirasakan Markus Nathan (68). Markus mengaku senang dapat mengikuti operasi katarak gratis dari Kemensos.

“Tidak, saya tiada takut, saya berani operasi,” kata Markus yang telah satu tahun mengidap katarak.

Markus berharap pascaoperasi bisa jadi mengawasi serta beraktivitas normal kembali. Dia berterima kasih ke Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

“Dengan ada Ibu Mensos dalam sini, ada operasi gratis, saya dapat mengawasi kembali,” ucap Markus.

(whn/zap)

Artikel ini disadur dari Bahagianya Yohanis dan Markus Usai Operasi Katarak Gratis dari Kemensos