Internasional

Berlabuhnya KRI Dewaruci tanda eratnya hubungan Indonesia-Malaysia

13
×

Berlabuhnya KRI Dewaruci tanda eratnya hubungan Indonesia-Malaysia

Sebarkan artikel ini
Berlabuhnya KRI Dewaruci tanda eratnya hubungan Indonesia-Malaysia

Malaka – Inisiatif Direktorat Jenderal Kebudayaan RI menghadirkan KRI Dewaruci menelusuri Jalur Rempah hingga berlabuh dalam Malaka menandakan eratnya hubungan Nusantara lalu Malaysia, kata Duta Besar RI untuk Malaya Hermono di dalam Malaka, Minggu.

“Saya rasa dipilihnya Malaka untuk berlabuh adalah pilihan tepat dan juga menandakan bagaimana eratnya hubungan Nusantara juga Malaysia. Khususnya kita tahu Malaka sebagai gateway not only to Negara Indonesia but also to the world (pintu masuk tiada semata-mata ke Negara Indonesia tetapi juga ke dunia),” kata Hermono di sambutannya berhadapan dengan penampilan Laskar Rempah dengan KRI Dewaruci di rangkaian kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 pada Muzium Rakyat di Malaka.

Ia berharap bukan belaka berhenti pada kesempatan itu saja, tetapi akan berlanjut di masa datang.

“Sebagai langkah awal tentu ini sudah ada sangat baik Pak Dirjen (Direktur Jenderal Kebudayaan RI Hilmar Farid). Dan tentu saya mohon dukungan dari Kerajaan Malaka bagaimana ini bisa jadi berubah menjadi event berkelanjutan pada masa datang bukan hanya sekali untuk mengiklankan persahabatan dua negara tetapi juga ke dalamnya ada nilai dunia usaha yang mana sangat besar yang tersebut berubah jadi ikutan,” ujar Hermono.

Dalam kaitan memasarkan hubungan people-to-people, keberadaan Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 ke Malaka harapannya dapat merancang nostalgia kembali ke mana hubungan budaya, peradaban antara Indonesi dan juga Negara Malaysia itu pernah muncul di sana, mengingat kota yang dimaksud pernah berubah menjadi pelabuhan tersibuk dalam bola pada awal abad ke-15.

“Jadi di sinilah sebetulnya Malaka sebagai melting pot, Malaka sebagai tempat bertemu bermacam macam kebudayaan, peradaban. Sehingga kita punya alasan dengan membangkitkan nostalgia masa setelah itu ini akan mempererat semangat persaudaraan, semangat multiculturalism, semangat multicivilization,” ujar dia.

Exco Pelancongan, Warisan, Seni, kemudian Budaya Malaka Datuk Abdul Razak Abdul Rahman mengemukakan dirinya mengenali bahwa Muhibah Budaya Jalur Rempah merupakan kegiatan yang digunakan mengkaji serta mengevaluasi kembali sejarah Jalur Rempah yang mana diyakini sebagai pertukaran sejarah pada Nusantara.

Melalui jalur-jalur rempah itu, Malaka bermetamorfosis menjadi pusat perdagangan terkenal di dalam globus yang digunakan juga perdah berubah menjadi titik pertarungan antara Negara Malaysia serta Indonesi dalam masa lampau. Sehingga dirinya meyakini hubungan itu menjadikan keduanya sebuah keluarga besar di antara negara-negara dalam Nusantara.

Guna menggambarkan kedekatan dua negara, Datuk Abdul Razak mengemukakan Wakil Exco Pelancongan, Warisan, Seni juga Budaya negeri Datuk Zaidi Attan masih miliki keturunan Bugis.

Sedangkan dirinya masih mempunyai garis keturunan Minang, sehingga tak sedikit memahami seni serta budaya dari negara sahabat, Indonesia.

Ia mengemukakan diinformasikan bahwa sebanyak 120 pemukim hadir melalui Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, di dalam antara merekan ada wartawan, penulis profesional, peneliti, pakar, influencer, pelaku budaya. Tentu itu juga berkontribusi bagi Malaka untuk mencapai target 15 jt kunjungan wisatawan tahun ini.

Menurut Datuk Abdul Razak, ada tambahan dari 8,6 jt lebih banyak wisatawan datang ke Malaka ke 2023. Angka yang disebutkan meningkat tambahan dari 2,5 jt jika dibandingkan 2022.

KRI Dewaruci menghadirkan Laskar Rempah di misi pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 dengan mengambil rute ke arah barat Tanah Air di dalam mulai dari Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Malaka, Tanjung Uban, Lampung, Jakarta. Pelayaran itu diawaki 87 personel TNI Angkatan Laut, dan juga 50 khalayak yang dimaksud terdiri dari 25 Laskar Rempah lalu 25 undangan dari latar belakang kemudian profesi berbeda.

Kehadiran KRI Dewaruci yang digunakan bersandar pada Pelabuhan Tanjung Bruas di dalam Malaka sekitar pukul 11.00 waktu setempat (pukul 10.00 WIB) disambut dengan parade militer Tentara Laut Diraja Tanah Melayu juga tarian kesenian Malaka. Hadir ketika penyambutan yang dimaksud Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid, Dubes RI untuk Negara Malaysia Hermono, Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih, Wakil Exco Pelancongan, Warisan, Seni dan juga Budaya negeri Datuk Zaidi Attan, jajaran Direktorat Jenderal Kebudayaan dalam Kementerian Pendidikan Kebudayaan Studi lalu Teknologi RI, beberapa Atase dan juga jajaran dari Kedutaan Besar Republik Negara Indonesia Kuala Lumpur, jajaran dari Konsulat Jenderal RI Johor Bahru.

KRI Dewaruci serta Larkar Rempah akan berlabuh dari 30 Juni hingga 3 Juli pada Malaka, sebelum melanjutkan pelayaran ke Tanjung Uban di dalam Kepulauan Riau.

Artikel ini disadur dari Berlabuhnya KRI Dewaruci tanda eratnya hubungan Indonesia-Malaysia