Lifestyle

Konsekuensi Merugikan Polutan Lingkungan pada Tumbuh Kembang Anak Menurut Pakar

11
×

Konsekuensi Merugikan Polutan Lingkungan pada Tumbuh Kembang Anak Menurut Pakar

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Spesialis penyakit tropik anak Ari Prayitno mengutarakan tingginya polusi udara di DKI Jakarta bisa jadi menghadirkan beberapa orang dampak buruk terhadap serangkaian meningkat kembang anak.

“Polusi udara yang berlangsung pada kota-kota besar, termasuk ke Jakarta, memang benar sangat memprihatinkan. Lingkungan seharusnya bersih untuk dihirup lalu memenuhi paru-paru setiap individu yang tersebut hidup, apalagi anak-anak, itu harus bersih,” kata anggota Ikatan Dokter Anak Indonesi (IDAI) itu, Rabu, 26 Juni 2024.

Ari mengumumkan kualitas udara di dalam Ibukota yang digunakan mengalami penurunan menyebabkan munculnya berbagai partikel berbahaya sehingga meningkatkan risiko terkena berubah-ubah macam penyakit. Misalnya seperti infeksi saluran pernapasan berhadapan dengan (ISPA) kemudian adanya infeksi lain yang mana disebabkan masuknya mikroorganisme asing pada tubuh terdiri dari virus atau baktersi ketika udara kering lalu berpolutan tinggi.

Menurutnya, infeksi akan semakin parah bila pemukim yang digunakan tinggal pada wilayah yang disebutkan miliki penyakit penyerta seperti asma. Kondisi kesehatan juga dapat semakin menjadi lebih buruk bila pihak  keluarga ada yang tersebut merokok atau rutin memasak pada ruangan yang digunakan bukan memiliki ventilasi yang dimaksud baik.

“Ini tugas kita sama-sama akibat kalau polusi bukan diatasi maka kesehatan paru-paru, teristimewa anak-anak, akan memburuk. Terlebih paru-paru anak itu masih pada meningkat dan juga kembang, makanya polusi ini akan berdampak cukup luas pada anak-anak kita,” jelas Ketua Lingkup Organisasi Pengurus Pusat IDAI itu.

Penyebab anak stunting
Selain itu, polusi udara secara tiada secara langsung juga menjadi salah satu pemicu anak terkena stunting. Tingkat udara yang digunakan buruk akibat polusi rentan menyebabkan anak jatuh sakit sehingga berdampak pada minat mengonsumsi makanan. Akibatnya, asupan nutrisi yang dimaksud masuk ke di tubuh berkurang mendadak lalu menyebabkan anak kekurangan gizi kronis.

“Apalagi kalau penyakit infeksi, kalau kronis akan sakit juga. Jadi secara tidak ada segera ada hubungannya, makanya anak yang tinggal di dalam tempat yang dimaksud polusinya lebih tinggi itu lebih lanjut sederhana stunting ketimbang tempat yang dimaksud udaranya bersih,” jelasnya.

Laman Perusahaan yang diperbarui 26 Juni 2024 pada pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat menyatakan tingkat polusi udara ke DKI Jakarta tercatat masuk di kategori sedang. Organisasi Pemantau Kualitas Udara mencatatkan indeks polusi udara Ibukota Indonesia berada pada poin 69 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 19 mikrogram per meter kubik dan juga bilangan ini menunjukkan 3,8 kali tambahan membesar dari nilai panduan kualitas udara tahunan Badan Aspek Kesehatan Bumi (WHO).

Artikel ini disadur dari Dampak Buruk Polusi Udara pada Tumbuh Kembang Anak Menurut Pakar