Internasional

Debat Capres Amerika Serikat Biden Vs Trump: dari Bicara Terbata-bata hingga Isu Seks

11
×

Debat Capres Amerika Serikat Biden Vs Trump: dari Bicara Terbata-bata hingga Isu Seks

Sebarkan artikel ini
Debat Capres Amerika Serikat Biden Vs Trump: dari Bicara Terbata-bata hingga Isu Seks

Jakarta

Presiden Joe Biden melakukan debat pertama capres Amerika Serikat berjuang melawan kandidat Partai Republik lalu bekas Presiden Donald Trump pada Kamis (27/6) yang mana disiarkan oleh stasiun televisi CNN di Atlanta, Amerika Serikat. Dalam debat yang dimaksud ada beberapa orang hal disorot, dari mulai isu keadaan bicara tak lagi lancar atau terbata-bata hingga persoalan hukum seks Trump.

Dirangkum detikcom, Akhir Pekan (30/6/2024), Dilansir AFP, debat capres Negeri Paman Sam hari ini dimulai pukul 21.00 waktu setempat atau pukul 09.00 waktu Nusantara bagian barat.

Trump lalu Biden telah lama menyetujui banyak aturan di debat capres AS. Salah satunya tidaklah ada penonton di dalam studio hingga mikrofon akan dimatikan ketika waktu bicara seseorang kandidat selesai.

Debat bertemakan kebijakan luar negeri, imigran, aborsi, pajak, lalu ekonomi.

Berikut ini beberapa orang poin debat capres Negeri Paman Sam antara Biden kemudian Trump:

ADVERTISEMENT

1. Joe Biden Tuai Kritik oleh sebab itu Bicara Terbata-bata

Joe Biden menuai kritik dari umum Amerika Serikat. Pencalonannya kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) disorot usai rakyat meragukan kesehatannya.

Sorotan tajam itu bukan lepas dari penampilan Biden di debat calon presiden Amerika Serikat yang mana diselenggarakan di Atlanta pada Kamis (27/6) waktu setempat. Melawan penantangnya, Donald Trump, calon presiden dari Partai Demokrat ini beberapa kali terlihat terbata-bata.

Biden pun mengakui kekurangan pada penampilan debatnya pekan ini. Dia mengaku tiada mampu berbicara selancar beberapa tahun ke belakang.

“Saya tak berjalan semudah dulu, saya tak berbicara selancar dulu, saya tak berdebat sebaik dulu, tapi saya tahu apa yang mana saya lakukan sekarang — saya tahu bagaimana menyatakan yang mana sebenarnya,” kata Biden pada acara kampanye yang digunakan dipenuhi para pendukung di North Carolina pada hari terakhir pekan (28/6) waktu setempat.

Namun, Biden tak menyerah. Dia mengaku tetap komitmen meraih kemenangan Pilpres Amerika Serikat tahun ini.

“Saya tahu yang tersebut benar serta yang mana salah. Saya tahu bagaimana melakukan pekerjaan ini. Saya tahu bagaimana menyelesaikan sesuatu. Saya tahu, seperti yang digunakan diketahui jutaan pendatang Amerika, ketika Anda terjatuh, Anda bangkit kembali.

2. Trump Sebut Negeri Paman Sam Tak Lagi Dihormati

Soal ekonomi, Biden mendapat kesempatan pertama berbicara. Biden mengutarakan beliau mewarisi kehancuran ekonomi dari rezim sebelumnya. Presiden Amerika Serikat sebelum Biden tentu sekadar Donald Trump.

“Apa yang dimaksud harus diwujudkan ketika ini adalah mencoba untuk mengatasi semuanya kembali seperti semula,” kata Biden.

Trump memandang Negeri Paman Sam pada waktu ini tiada lagi terlihat sebagai negara adidaya. Amerika Serikat sekarang ini sudah ada turun seperti negara berkembang.

“Kami tak lagi dihormati sebagai sebuah negara, mereka tidak ada menghormati kepemimpinan kami,” kata Trump tentang kepresidenan Biden.

ADVERTISEMENT

“Kami seperti negara bumi ketiga.”

“Di seluruh dunia, kita tak lagi dihormati sebagai sebuah negara. Mereka tiada menghormati kepemimpinan kita. Mereka bukan lagi menghormati Amerika Serikat.”

3. Trump ditanya mengenai Palestina

Moderator Dana Bash dari CNN bertanya untuk Trump, “Apakah Anda mengupayakan pembentukan negara Palestina merdeka untuk menggalang perdamaian di dalam kawasan ini?”

“Saya harus melihatnya,” jawab Trump, sebelum beralih ke pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan dengan negara-negara Eropa.

Sebagaimana diketahui, Jalur Kawasan Gaza ke Palestina ketika ini bermetamorfosis menjadi sorotan bola lantaran agresi Israel. tanah Israel adalah Zionis yang digunakan didukung oleh AS.

Trump belum merinci bagaimana pendekatannya terhadap pertempuran jikalau terpilih kembali serta bagaimana kebijakannya akan berbeda dari kebijakan Biden. Dia hanya saja memberikan komentar yang digunakan tidak ada jelas sambil mencela Biden juga berargumentasi bahwa serangan 7 Oktober tak akan muncul apabila beliau berubah menjadi presiden.

Trump juga melontarkan beberapa komentar rakyat yang digunakan kritis terhadap Netanyahu. Dia mengomentari perdana menteri lalu badan intelijen negeri Israel oleh sebab itu tidaklah siap menghadapi serangan itu. Dalam sebuah wawancara pada bulan April, ia menyatakan bahwa negeri Israel harus “menyelesaikan apa yang dimaksud mereka itu mulai” dan juga “menyelesaikannya dengan cepat,” sambil terus berargumentasi bahwa tanah Israel “kalah di pertempuran humas” dikarenakan visual yang dimaksud meninggalkan dari Gaza.

4. Trump Sebut Biden Lembek Sikapi Perang Ukraina-Rusia

Isu konflik tanah Ukraina versus Rusia menjadi salah satu topik yang dimaksud dibahas pada debat calon presiden Amerika Serikat (AS). Donald Trump mengomentari sikap Joe Biden yang digunakan dinilai sebagai pemimpin lemah pada merespons persoalan tersebut.

“Ini adalah pertempuran yang tersebut seharusnya bukan pernah dimulai apabila kita punya pemimpin pada konflik ini,” kata Trump dilansir AFP, hari terakhir pekan (28/6/2024).

Trump kemudian mencela kebijakan kegiatan ekonomi Biden dalam pertempuran Rusia-Ukraina. Dia menyoroti gelontoran dana besar Amerika terhadap Ukraina.

“Dia sekarang memberi $200 miliar atau lebih besar untuk Ukraina, beliau memberi $200 miliar. Itu uang yang mana sangat besar. Saya rasa bukan akan pernah ada pernah seperti itu,” kata Trump.

5. Biden Sebut Trump Penjahat

Joe Biden menyindir rivalnya Donald Trump di panggung debat capres Amerika Serikat (AS). Biden mengumumkan Trump sebagai ‘penjahat’ di panggung debat capres.

“Satu-satunya penduduk yang mana berada pada panggung ini merupakan penjahat yang digunakan dihukum adalah pria yang mana sedang saya lihat sekarang,” ujar Biden untuk Trump dilansir CNN, hari terakhir pekan (28/6/2024).

Dilansir AFP, BBC lalu CNN, Trump berubah menjadi mantan Presiden Negeri Paman Sam pertama yang digunakan dinyatakan bersalah di perkara pidana. Dalam sidang yang tersebut dilakukan pada Pengadilan New York, Kamis (30/5/2024), juri menjawab ‘Ya’ ketika ditanya apakah mereka itu memutuskan Trump bersalah menghadapi 34 dakwaan.

Trump dinyatakan bersalah menghadapi setiap-tiap dari 34 dakwaan memalsukan catatan bidang usaha untuk menyembunyikan pembayaran yang ditujukan membungkam bintang porno Stormy Daniels. Trump, yang digunakan hampir pasti akan mengajukan banding, tidak ada secara langsung bereaksi berhadapan dengan pernyataan badan juri.

ADVERTISEMENT

6. Biden Serang Trump persoalan Kasus Seks Bintang Porno

Joe Biden selaku capres petahana memaparkan hal yang digunakan personal tentang Donald Trump, yakni perihal skandal Trump dengan bintang porno.

“Dan pikirkan semua hukuman perdata yang digunakan Anda hadapi. Berapa miliaran dolar yang dimaksud harus Anda tanggung sebagai hukuman perdata lantaran menganiaya manusia wanita di depan umum? Untuk melakukan beragam macam hal? Berhubungan seks dengan bintang porno ke di malam hari hari – ketika istri Anda sedang hamil?” kata Biden ke panggung debat, dilansir CNN, Hari Jumat (28/6/2024).

CNN menyampaikan ini sebagai ‘serangan personal’ dari Biden di panggung debat. Biden mengatakan Trump sebagai ‘alley cat’ atau ‘kucing gang’.

7. Trump Sebut Biden Seperti Orang Palestina

Biden menguraikan kembali upaya pemerintahannya di menggalakkan gencatan senjata di dalam Jalur Gaza.

Dia membanggakan proposal gencatan senjata yang dimaksud mencakup pembebasan sandera yang tersebut ditukar dengan pembebasan tahanan Palestina di Israel, yang dimaksud juga mengatur “gencatan senjata berkelanjutan dengan persyaratan tambahan”. Proposal itu disampaikan Biden pada akhir Mei lalu.

Biden mengkaji kelompok Hamas telah terjadi menghalangi tercapainya kesepakatan gencatan senjata tersebut.

“Satu-satunya yang mana ingin pertempuran terus berlanjut adalah Hamas. Kami masih mencoba keras agar mereka menerimanya,” ucap Biden seperti dilansir CNN.

Namun Trump kemudian membantah argumen Biden tersebut. “Israel-lah satu-satunya. Dan Anda harus membiarkan mereka itu kemudian membiarkan mereka menyelesaikan pekerjaan mereka. Dia tak ingin melakukannya,” ucap Trump.

“Dia bermetamorfosis menjadi seperti pendatang Palestina, tapi hei, jangan menyukainya sebab ia khalayak Palestina yang tersebut sangat buruk. Dia warga yang tersebut lemah,” cetus Trump merujuk pada Biden di argumennya.

Biden merespons Trump dengan menyampaikan komentar capres Partai Republik itu sebagai “kebodohan”.

“Saya tiada pernah mendengar kebodohan sejumlah ini,” ucapnya.

Artikel ini disadur dari Debat Capres AS Biden Vs Trump: dari Bicara Terbata-bata hingga Isu Seks