Internasional

DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

14
×

DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

Sebarkan artikel ini
DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”

Manila – Komite Hak Asasi Individu DPR Filipina pada Selasa menyetujui mosi untuk mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte guna hadir di sidang rapat mengenai konflik narkoba yang diwujudkan pemerintahan sebelumnya.

Dalam mosi yang dimaksud juga mengundang Senator Ronald dela Rosa, yang digunakan dahulu menjabat sebagai kepala Kepolisian Nasional Filipina pada periode 2016 hingga 2018 di puncak pertempuran narkoba pemerintahan Duterte.

Dalam sidang ketiga, panel DPR menyetujui usulan anggota Partai Gabriela, Arlene Brosas, yang mana didukung oleh anggota Partai Guru ACT, anggota Parlemen France Castro.

"Ketua, saya mengundang mantan presiden Rodrigo Duterte dan, tentu saja, Senator Bato dela Rosa untuk mengatasi dugaan permasalahan yang mana diajukan oleh keluarga orang yang terluka pembunuhan di luar hukum,” kata Brosas di persidangan.

Ketua Komite kemudian Perwakilan Distrik 6 Manila Bienvenido Abante Jr juga menyarankan untuk mengundang Duterte juga Dela Rosa untuk mendengarkan kesaksian keluarga korban. “Sidang ini sudah ada kami informasikan terhadap mantan presiden, jadi beliau tahu,” kata Abante.

“Untuk sidang keempat, saya akan mengundang Senator Bato dela Rosa dan juga mantan presiden untuk datang dan juga mendengarkan kesaksian Anda," ujar dia.

Abante menekankan pentingnya penyelidikan ini untuk mencari kebenaran dan juga akuntabilitas, akibat bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama pertempuran narkoba Duterte.

“Kami berazam untuk melindungi saksi kemudian memberikan dukungan terhadap korban. Dewan Perwakilan Rakyat ada dalam di lokasi ini untuk membantu Anda, melindungi hak-hak Anda, serta meyakinkan keselamatan Anda," kata dia.

Fakta pemerintah menunjukkan bahwa lebih banyak dari 6.200 dituduh narkoba tewas di operasi anti-narkotika dari Juni 2016 hingga November 2021.

Namun, organisasi hak asasi manusia setempat memperkirakan jumlah agregat individu yang terjebak tewas sanggup mencapai lebih besar dari 20.000 orang, juga sebagian besar berdampak pada komunitas miskin.

Sumber: PNA-OANA

Artikel ini disadur dari DPR Filipina undang eks-Presiden Duterte hadiri rapat “perang narkoba”