Lifestyle

Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan di San Polo Italia

17
×

Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan di San Polo Italia

Sebarkan artikel ini
Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan ke San Polo Italia

Ibukota – Peragaan busana "wastra" nusantara bertajuk "Keindahan Karya Kain Tenun serta Batikku Indonesia" karya Dian Natalia Assamady di alun-alun kota San Polo, Italia, Akhir Pekan (2/6) pukul delapan di malam hari waktu setempat pada rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara Negara Indonesia dan juga Italia.

 
Selepas itu, wastra terbaik nusantara kembali diperagakan pada 6 hingga 8 Juni juga pada San Polo, Italia.
 
“Gelaran ini penting untuk menguatkan identitas bangsa kita, memperkenalkan wastra Nusantara yaitu batik, tenun, kemudian songket agar semakin mendunia. Dan tentunya kami sangat bangga,” kata Menteri Perjalanan serta Sektor Bisnis Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pada siaran pers pada Jakarta, Rabu.

 
Pagelaran yang disebutkan merupakan undangan dari Wali Perkotaan San Polo Italia.
 
Selain Kedutaan Besar Republik Negara Indonesia dalam Roma, model lalu Putri Indonesia seperti Giok Kinski Maharani Detri, Latisa Maura, serta Yoan Clara turut menggalang desainer Dian Natalia menampilkan wastra terbaik nusantara.
 
Pemerintah Republik Nusantara menyadari kebudayaan yang dimaksud unik mempunyai peluang untuk mendunia. Belajar dari dunia usaha kreatif Korea Selatan yang berprogres sangat pesat mulai dari film, musik, kuliner, hingga fesyen.

Tangkapan layar poster acara peragaan busana "wastra" nusantara bertajuk "Keindahan Karya Kain Tenun juga Batikku Indonesia" karya Dian Natalia Assamady pada alun-alun kota San Polo, Italia, Akhir Pekan (2/6) pukul delapan waktu malam waktu setempat di rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan juga Italia. ANTARA/situs web/comune.sanpolodenza.re.it

Pagelaran itu diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perekonomian kreatif kemudian meningkatkan gairah wastra nusantara yang dimaksud mempunyai nilai seni yang tersebut lebih tinggi lalu kaya filosofi.

 
“Mari kita mencintai kemudian merawat kekayaan budaya Indonesia. Dan berubah menjadi pelaku berpartisipasi di mengembangkan warisan seni juga kerajinan di negeri,” kata Sandiaga.
 
Desainer Kain serta Batikku Indonesia, Dian Natalia Assamady menyampaikan bahwa keindahan wastra Negara Indonesia ini diperlukan diangkat ke kancah dunia.
 
Apalagi motif batik juga tenun yang digunakan dimiliki setiap wilayah dalam Indonesi mempunyai ciri khas kemudian keunikannya masing-masing.

 
“Sehingga ini layak untuk kita perjuangkan demi meningkatkan kekuatan jati diri bangsa. Saya juga ingin menguatkan ekonomi kreatif tanah air lalu menunjukkan betapa bernilainya batik juga tenun yang dimaksud negeri kita miliki. Semoga ini mampu mengakibatkan nama Indonesi lebih banyak dikenal pada kancah global,” kata Dian.

Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri,​ hubungan diplomatik Nusantara kemudian Italia dimulai dengan pengakuan Italia terhadap kemerdekaan Negara Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949. Pada bulan Oktober 1951, Italia membuka perwakilan diplomatik dalam Jakarta.

Nusantara kemudian membuka perwakilan diplomatik pada Roma pada Maret 1952. Pada 1953, kedua negara kemudian menyepakati untuk meningkatkan kerja sejenis perwakilan menjadi ke tingkat kedutaan besar, baik pada Roma maupun Jakarta.

Di perayaan 70 tahun hubungan bilateral RI – Italia pada 2019, kedutaan besar pada Roma dan juga DKI Jakarta menyepakati peningkatan hubungan bilateral dapat difokuskan pada iklan kerja sebanding sektor kreatif serta usaha kecil lalu menengah (small and medium enterprises/SMEs).

Sejak itu, tiap-tiap kedutaan besar kemudian menyelenggarakan kegiatan yang digunakan menggambarkan prospek perekonomian kreatif lalu digital juga sektor pariwisata dalam tiap-tiap negara.

Artikel ini disadur dari Keindahan busana dari wastra nusantara diperagakan di San Polo Italia