Ekonomi

Kementerian PUPR ubah kawasan kumuh Mrican berubah menjadi permukiman sehat

13
×

Kementerian PUPR ubah kawasan kumuh Mrican berubah menjadi permukiman sehat

Sebarkan artikel ini
Kementerian PUPR ubah kawasan kumuh Mrican berubah berubah menjadi permukiman sehat walafiat

Kawasan Mrican pada Kota Sleman berubah menjadi salah satu prioritas penanganan kumuh oleh Kementerian PUPR.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat (PUPR) mengubah kawasan kumuh di Mrican, Wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bermetamorfosis menjadi permukiman sehat, aman, serta layak huni.

“Permasalahan aspek lingkungan seperti ketidakteraturan bangunan, sistem drainase yang tidak ada baik, sanitasi yang digunakan tidaklah memadai, kerentanan terhadap kebakaran hingga risiko banjir menghasilkan kita mempunyai tugas untuk berkolaborasi penuntasan kumuh,” ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dalam Jakarta, Selasa.

Penanganan permukiman kumuh di Indonesi merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 juga Peraturan pemerintahan Nomor 18 Tahun 2020 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. Salah satu target utama dari Visium Kementerian Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) 2030 adalah menyelesaikan target 10.000 hektare permukiman kumuh.

Kawasan Mrican di Wilayah Sleman berubah menjadi salah satu prioritas penanganan kumuh oleh Kementerian PUPR.

Direktorat Jenderal Cipta Karya pada 2023 melakukan penanganan kumuh seluas 21,16 hektare di dalam Mrican yang mana awalnya merupakan deretan permukiman padat dengan gang sempit di dalam tepi Sungai Gajahwong.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Penguraian Kawasan Permukiman kemudian Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, berhasil mengubah wajah kumuh Mrican berubah jadi permukiman yang digunakan sehat, aman, kemudian layak huni melalui Rencana Pengembangan Mutu Permukiman Kumuh Kawasan Mrican Daerah Sleman dengan anggaran sebesar Rp29,29 miliar.

Sinergi dijalankan sama-sama pemerintahan Kota Sleman melalui penataan bangunan berubah menjadi lebih lanjut teratur, sementara Kementerian PUPR meningkatkan infrastruktur dengan mendirikan talud sungai, jalan inspeksi lalu lingkungan, drainase, jembatan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Tempat Pengolahan Sampah dengan Idea 3R atau Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), proteksi kebakaran, street furniture, urban farming, micro library, pos pantau banjir, juga ruang terbuka publik.

Direktur Penguraian Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Wahyu Kusumosusanto mengutarakan salah satu nilai baik dari penataan ini yaitu prinsip 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali) yang menjadikan bangunan di bantaran sungai menghadap ke sungai (waterfront), juga mengedepankan pendekatan tradisional kontemporer, yang mana menggabungkan elemen-elemen modern dengan sentuhan kearifan lokal.

Harapannya, pembaharuan ini tiada belaka meningkatkan kualitas hidup rakyat Mrican, tetapi juga berubah jadi inspirasi serta model bagi daerah-daerah lain di upaya revitalisasi permukiman kumuh ke seluruh Indonesia.

Artikel ini disadur dari Kementerian PUPR ubah kawasan kumuh Mrican menjadi permukiman sehat