Ekonomi

eksekutif pastikan biaya Pertalite kemudian Solar bukan naik pada Juli

12
×

eksekutif pastikan biaya Pertalite kemudian Solar bukan naik pada Juli

Sebarkan artikel ini
eksekutif pastikan biaya Pertalite kemudian Solar tidak naik pada Juli

Kalau biaya minyak ICP masih stagnan, namun yang digunakan berat kursnya

Jakarta – Kementerian Tenaga dan juga Informan Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa harga jual komponen bakar minyak (BBM) bersubsidi, yakni Pertalite kemudian Solar, bukan akan mengalami kenaikan pada bulan Juli 2024.

"Pertalite yang digunakan JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasan) belum disesuaikan, seperti Solar. Kalau Pertamax Cs mungkin," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Data Publik, kemudian Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi di keterangannya yang diterima dalam Jakarta, Minggu.

Meskipun demikian, Agus menyatakan bahwa hingga pada waktu ini nilai BBM nonsubsidi, yakni Pertamax series dan juga Dex series, belum dipastikan apakah akan ada penyesuaian atau tetap.

“Sampai ketika ini belum disesuaikan, kalau BBM umum nonsubsidi (Pertamax series serta Dex series) ditetapkan oleh badan usaha, sepanjang pada kisaran harga jual formulasinya," katanya.

 Agus juga mengemukakan bahwa sejauh ini Harga Minyak Mentah Tanah Air atau Tanah Air Crude Oil Price (ICP) cenderung stagnan.

Meskipun, Agus mengakui, terus ada beban berat yang mana berasal dari nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

"Kalau nilai tukar minyak ICP masih stagnan, namun yang tersebut berat kursnya," katanya.

Angka tukar Dolar Amerika Serikat berdasarkan kurs sedang Bank Indonesi (BI) sampai 27 Juni 2024 berada ke level Rp16.324. Sementara, untuk ICP sampai 27 Juni 2024 berada ke level 79,12 dolar Amerika Serikat per barel.

Ketika dihubungi oleh ANTARA pada hari terakhir pekan (28/6), Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengungkapkan bahwa ketika ini Pertamina sedang meninjau kemungkinan penyesuaian nilai tukar BBM nonsubsidi untuk Juli 2024.

“Ini yang tersebut sedang kami tinjau,” kata Irto.

pemerintahan sudah menahan kenaikan tarif BBM, baik subsidi dan juga nonsubsidi, sejak awal tahun 2024.

Menteri ESDM Arifin Tasrif pada kesempatan sebelumnya mengungkapkan pertimbangan pemerintah menahan tarif BBM untuk kekal stabil hingga Juni 2024, yakni untuk menyokong pemulihan kegiatan ekonomi rakyat setelahnya pandemi COVID-19.

Gejolak biaya minyak dunia, eskalasi konflik di dalam Timur Tengah, hingga pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyebabkan kompensasi kemudian anggaran subsidi BBM pada di negeri membengkak.

Arifin juga mengutarakan bahwa terkait kelanjutan tarif BBM subsidi dan juga nonsubsidi pada Juli akan dibahas bersatu Menteri BUMN Erick Thohir dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Akan tetapi, hingga hari terakhir pekan (28/6), Arifin mengungkapkan, belum ada kebijakan apakah harga jual BBM nonsubsidi akan naik pada Juli 2024.

“(Keputusan harga) BBM belum putus,” kata Arifin.

Artikel ini disadur dari Pemerintah pastikan harga Pertalite dan Solar tidak naik pada Juli