Ekonomi

Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

6
×

Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

Sebarkan artikel ini
Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik

Reporter: | Editor:

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah dilakukan menyelesaikan annual review bersatu dengan Morningstar Sustainalytics.

Hasilnya, BRI secara tegas berhasil menurunkan skor ESG Risk Rating-nya, dari mulai high risk pada tahun 2020, hingga berpredikat Low Risk pada 2 tahun terakhir dengan skor pada penilaian terakhir yakni 17,8.

Dalam setiap penilaiannya, setelahnya melakukan analisis menyeluruh, Sustainalytics akan memberikan ESG Risk Score terhadap perusahaan yang dimaksud dinilai, lalu mengelompokkannya ke pada beberapa kategori, yaitu negligible risk (skor 0-10), low risk (skor 10-20), medium risk (skor 20-30), high risk (skor 30-40), and severe risk (skor di berhadapan dengan 40).

Dengan demikian, semakin rendah ESG Risk Score, semakin rendah risiko perusahaan terhadap dampak inansial material yang didorong oleh aspek ESG.

Baca Juga:

Predikat Low Risk yang mana diberikan Sustainalytics merupakan sebuah pengakuan sebuah lembaga rating berskala internasional terhadap komitmen BRI menghadapi implementasi Keberlanjutan di perusahaan.

Sebagai bank yang mana berfokus pada pemberdayaan UMKM, BRI mempunyai jutaan database nasabah, baik simpanan maupun pinjaman. Ini adalah menyebabkan BRI terpapar risiko data privacy breach lalu cyber security system.

Dalam asesmennya, Sustainalytics menafsirkan BRI mempunyai strong management di pengelolaan isu cyber security system sehingga turut mengatrol predikat BRI dalam ESG Risk Rating.

Selain berfokus pada asesmen terhadap tata kelola BRI, Sustainalytics juga memberikan apresiasi terhadap upaya BRI untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Hingga tahun 2023, BRI sudah pernah berkontribusi berhadapan dengan 65% pencapaian inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan corporate purpose BRI untuk bermetamorfosis menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Finansial Inclusion”.

Baca Juga:

Melengkapi ketiga aspek ESG, asesmen ESG Risk Rating juga dikerjakan menghadapi aspek Lingkungan, termasuk bagaimana BRI menyikapi risiko iklim yang berisiko memberi dampak pada kegiatan bidang usaha kemudian operasional perusahaan.

Sebagai lembaga jasa keuangan, BRI memegang peranan pada berkontribusi melawan pembangunan ekonomi juga pembiayaan ke proyek-proyek yang tersebut ramah lingkungan.

Saat ini, BRI sudah pernah menetapkan Net Zero Emission Targets yang dimaksud mencakup Scope 1, Scope 2, juga Scope 3 (Financed Emissions).

Tidak belaka membiayai proyek ramah lingkungan, BRI juga melakukan upaya pendanaan (funding) yang tersebut dilaksanakan dengan menerbitkan instrumen-instrumen keuangan berwawasan lingkungan, dan juga pemakaian kendaraan listrik serta pemasangan solar panel dari sisi operasionalnya.

Implementasi keberlanjutan yang dimaksud dijalankan BRI, selanjutnya akan dituangkan ke pada Laporan Keberlanjutan yang diterbitkan setiap tahun sebagai bentuk transparansi perusahaan terhadap para pemangku kepentingan, diantaranya lembaga ESG rating internasional untuk mendapatkan rating ESG.

Baca Juga:

Rating ESG berubah menjadi penting dikarenakan merupakan cerminan persepsi dari lembaga rating terhadap implementasi ESG perusahaan.

Memiliki rating ESG yang mana baik akan menguntungkan, juga dapat bermetamorfosis menjadi competitive advantage bagi perusahaan.

Tidak cuma itu, pada rute asesmennya, perusahaan pun dapat mengeksplorasi bermacam parameter dan juga indikator keberlanjutan yang dianggap material dan juga relevan dengan kegiatan operasional bisnisnya.

Hal ini bermetamorfosis menjadi bekal di mengidentifikasi kemudian mengatur risiko ESG, juga menyusun strategi keberlanjutan.

Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto menyatakan bahwa kemampuan pengelolaan ESG BRI memiliki arah lalu strategi yang jelas sebagai bagian dari value creation untuk seluruh stakeholders.

Baca Juga:

“Membaiknya skor ESG Risk Rating Sustainalytics bermetamorfosis menjadi low risk ini mencerminkan bahwa BRI terus berjuang menerapkan prinsip keberlanjutan, dan juga diharapkan mampu menguatkan nilai-nilai tata kelola perusahaan bagi BRI, untuk terus diimplementasikan di bervariasi model perusahaan perseroan,” ujar Solichin di siaran pers, Mingguan (7/7).

BRI meyakini bahwa penyelenggaraan tata kelola ESG dapat dikerjakan dengan mendapat tone from the top.

Artinya, manajemen perusahaan harus mempunyai urgency serta arahan berhadapan dengan strategi perusahaan, sehingga implementasi ESG di perusahaan dapat berjalan sesuai tujuan korporasi.

“BRI menunjukkan komitmen manajemen pada menangani isu-isu ESG ini, salah satunya dengan membentuk Komite ESG di level direksi, yang tersebut diketuai secara langsung oleh Direktur Utama. Komite ini miliki kewenangan juga tanggung jawab untuk menyetujui kebijakan keberlanjutan, strategi, kemudian roadmap implementasi ESG untuk mengarahkan BRI pada mencapai tujuan keberlanjutannya,” pungkas Solichin.

Selanjutnya:

Menarik Dibaca:

Cek Berita dan juga Artikel yang mana lain pada



Artikel ini disadur dari Pengelolaan Risiko ESG Kuat, Rating Sustainalytics BRI Terus Membaik