Berita

Kemenkes Sinkronisasi dengan Arab Saudi Antisipasi Penularan MERS-CoV ketika Musim Haji 2024

9
×

Kemenkes Sinkronisasi dengan Arab Saudi Antisipasi Penularan MERS-CoV ketika Musim Haji 2024

Sebarkan artikel ini
Kemenkes Sinkronisasi dengan Arab Saudi Antisipasi Penularan MERS-CoV ketika Musim Haji 2024

MADINAH – Waspadai prospek penularan Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) pada waktu musim Haji 2024 . Kementerian Aspek Kesehatan (Kemenkes) sudah pernah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, bahkan sejak praembarkasi atau sebelum keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

“Koordinasi ini dilaksanakan oleh Pusat Aspek Kesehatan Haji yang mana juga berkoordinasi dengan kami ke Direktorat Jenderal P2P, khususnya Direktorat Surveilans serta Kekarantinaan Aspek Kesehatan dikarenakan kaitannya dengan haji,” ujar Direktur Surveilans Karantina Bidang Kesehatan Kemenkes Farchanny, Hari Sabtu (18/5/2024).

Menurut dia, infrastruktur keseimbangan seperti Klinik Kesejahteraan Haji Tanah Air (KKHI) telah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi perkara MERS-CoV.

“Koordinasinya telah sangat baik, persiapan-persiapan sektor kebugaran pada kegiatan haji ini juga dilaksanakan sejak praembarkasi. Jadi, saya yakin Pusat Aspek Kesehatan Haji telah menyiapkan semua prasarana pelayanan kesejahteraan untuk melayani jemaah haji kita di dalam sana, salah satunya kalau ada kemungkinan temuan persoalan hukum yang tersebut gejalanya mengarah ke MERS-CoV,” ungkapnya.

Edukasi kewaspadaan MERS-CoV diwujudkan melalui pembekalan terhadap kepala rombongan atau kepala regu dan juga TKHI yang mana ada di dalam kloter. Mereka setiap hari akan berkoordinasi dengan personel haji atau daker pada Arab Saudi.

Sementara, penyuluhan mengenai MERS-CoV juga sudah ada dilaksanakan di embarkasi haji. Ketika jemaah masuk asrama haji, Balai Karantina Kesejahteraan yang mana menjalankan embarkasi haji melaksanakan penyuluhan.

“Penyuluhan biasanya terjadwal tiap malam. Para kepala regu dan juga kepala rombongan itu dipanggil ba’da Isya. Terdapat pembekalan yang tidak belaka dari pasukan kesehatan, ada dari Kementerian Agama juga. Persiapan dari segi ibadah, sesudah itu pembekalan dari sisi kesehatannya kita yang dimaksud sampaikan,” kata Farchanny.

“Dalam pembekalan ini, penyuluhan kita lakukan, khususnya untuk pencegahan. Mencegah supaya tidaklah terjadi atau meminimalisasi prospek penularan MERS-CoV ke jemaah haji,” sambungnya.

Artikel ini disadur dari Kemenkes Koordinasi dengan Arab Saudi Antisipasi Penularan MERS-CoV saat Musim Haji 2024