Berita

Mengenal Arti dan juga Makna Baret Jingga Kopasgat, Tim sepak bola Elite TNI AU

9
×

Mengenal Arti dan juga Makna Baret Jingga Kopasgat, Tim sepak bola Elite TNI AU

Sebarkan artikel ini
Mengenal Arti lalu juga Makna Baret Jingga Kopasgat, Tim sepak bola Elite TNI AU

JAKARTA – Arti lalu makna baret jingga dari Komando Pasukan sepak bola Gerak Cepat sekali (Kopasgat) miliki beberapa historis. Pasukan bola elite Tentara Nasional Negara Indonesia Angkatan Udara Bebas (TNI AU) ini sebelumnya bernama Komando Tim sepak bola Khas (Kopaskhas).

Dikutip dari web kopasgat.tni-au, Rabu (15/5/2024), sejarah baret berwarna jingga yang disebutkan berawal dengan adanya surat dari Pemimpin wilayah Kalimantan, Pangeran Mohammad Noor, tentang permintaan terhadap Angkatan Udara Bebas Republik Indonesia (AURI), agar dapat mengirimkan pasukan payung ke Kalimatan untuk membentuk kemudian menyusun gerilyawan di membantu perjuangan rakyat Kalimantan.

Maksud dari mengirim pasukan itu, agar sanggup mendirikan stasiun radio induk untuk keperluan membuka jalur komunikasi antara Kalimantan dengan Yogyakarta dan juga menyiapkan area penerjunan (dropping zone) bagi penerjunan selanjutnya.

Permintaan yang disebutkan disambut baik oleh Kepala Staf Angkatan Lingkungan Republik Tanah Air pada waktu itu, yakni Komodor Udara Bebas Suryadi Suryadarma juga ditunjuklah Mayor Udara Bebas Tjilik Riwoet untuk mempersiapkan prajurit-prajurit AURI yang mana akan diterjunkan pada Kalimantan.

Maka disusunlah rencana, kemudian diwujudkan pada tanggal 17 Oktober 1947, dinihari, sebuah pesawat Dakota RI-002, dengan pilot Bob Freeberg dan juga co-pilot Opsir Atmosfer III Suhodo take off dari Pangkalan Udara Bebas Maguwo.

Mentari pagi di ufuk timur yang tersebut berwarna jingga mengiringi prajurit terbang menuju Kalimantan dengan melintasi lautan lalu menelusuri hutan belantara, untuk memulai baktinya terhadap bangsa lalu negara.

Bertindak sebagai jumping kategori master adalah Opsir Muda Udara Bebas III Amir Hamzah dan juga sebagai penunjuk area penerjunan adalah Mayor Lingkungan Tjilik Riwoet.

Ke-13 prajurit AURI ini berhasil diterjunkan di dalam area Sambi, Pusat Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka adalah Heri Hadi Sumantri, FM Suyoto, Iskandar, Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Willem, Imanuel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan juga Marawi.

Artikel ini disadur dari Mengenal Arti dan Makna Baret Jingga Kopasgat, Pasukan Elite TNI AU