Berita

Senyum Mbah Loso, Berkursi Roda tapi Semangat Berhaji ke Usia 88 Tahun

10
×

Senyum Mbah Loso, Berkursi Roda tapi Semangat Berhaji ke Usia 88 Tahun

Sebarkan artikel ini
Senyum Mbah Loso, Berkursi Roda tapi Semangat Berhaji ke Usia 88 Tahun

JAKARTA – Kisah Mbah Loso, berkursi roda tapi kekal semangat berhaji di usia 88 tahun. Mata Mbah Loso berbinar pada waktu kakinya menginjak Tanah Suci untuk pertama kalinya. Usia 88 tahun tak menyurutkan semangatnya untuk menunaikan ibadah haji .

Diiringi senyuman lalu tawa semangat, Loso didorong menggunakan kursi roda oleh tenaga haji, menapaki langkah pertamanya di dalam Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA). Ia tergabung pada kloter 14 Surabaya (SUB) dan juga merupakan jemaah tertua di dalam kloter tersebut.

Walaupun harus menggunakan kursi roda, Loso tak pernah menunjukkan rasa lelah. Semangatnya untuk beribadah di dalam Tanah Suci begitu membara. “Semangat terus, ini ibadah haji,” ucapnya dengan penuh semangat pada waktu menanti giliran menaiki bus untuk diantar ke hotel ke Madinah.

Kisah Loso berubah jadi inspirasi bagi banyak orang. Kegigihannya pada mewujudkan mimpinya untuk menunaikan ibadah haji di dalam usia senja patut diapresiasi. Loso mendaftar sebagai jemaah haji pada tahun 2015 juga harus mengantisipasi selama 9 tahun untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.

Walaupun harus menggunakan kursi roda, Loso tak pernah menunjukkan rasa lelah. Semangatnya untuk beribadah di Tanah Suci begitu membara.

Usia bukanlah halangan untuk beribadah. Yang terpenting adalah niat lalu semangat. “Doain si mbah ya, semoga sehat-sehat,” tuturnya terhadap para personel haji.

Kisah Mbah Loso adalah bukti bahwa usia bukanlah halangan untuk menunaikan ibadah haji. Semangat kemudian keteguhan hatilah yang dimaksud berubah jadi kunci utama. Mbah Loso berubah menjadi contoh bagi kita semua bahwa dengan tekad yang dimaksud kuat, segala mimpi dapat diwujudkan.

Artikel ini disadur dari Senyum Mbah Loso, Berkursi Roda tapi Semangat Berhaji di Usia 88 Tahun