Berita

Survei Indikator Politik: Kebijakan Kemenhub perihal Pembatasan Truk ketika Mudik Diapresiasi Publik

9
×

Survei Indikator Politik: Kebijakan Kemenhub perihal Pembatasan Truk ketika Mudik Diapresiasi Publik

Sebarkan artikel ini
Survei Indikator Politik: Kebijakan Kemenhub perihal Pembatasan Truk ketika Mudik Diapresiasi Publik

JAKARTA – Mayoritas rakyat puas dengan penyelenggaraan arus mudik dan juga balik Lebaran 2024 berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Sejumlah kebijakan pemerintah pada hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga diapresiasi, ke antaranya perihal pembatasan truk ketika arus mudik Lebaran.

Sebanyak 77,4 persen warga setuju truk dibatasi pada waktu mudik. “Mayoritas setuju dengan pembatasan truk besar selama arus mudik/balik,” kata peneliti Indikator Politik Indonesi Bawono Kumoro di penjelasannya, Selasa (14/5/2024).

Kemenhub selama arus mudik serta balik Lebaran April kemudian bekerja serupa dengan Polri membatasi operasional angkutan barang dalam tol lalu non-tol. Pembatasan truk itu dijalankan demi mengantisipasi kepadatan setelah itu lintas.

Kebijakan yang dimaksud pun berhasil mengempiskan kepadatan. Kebijakan lain untuk mengurai kemudian menghindari kemacetan adalah seperti contraflow, one way (satu arah), dan juga rekayasa sesudah itu lintas lain.

Sejumlah kebijakan itu juga diapresiasi publik, sehingga secara keseluruhan masyarakat puas dengan penyelenggaran mudik 2024. Masih pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, banyaknya 90,4 persen responden puas dengan penyelenggaraan mudik Hari Raya Idulfitri 2024.

“Kita temukan 73,9 persen dari seluruh responden merasa sangat puas kemudian cukup puas, dua kategori ini (yang mudik dan juga tidaklah mudik) kita jadikan satu. Tapi kalau kita tambahan khusus isolasi merekan yang dimaksud mudik, kepuasan lebih banyak besar 90,4 persen,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Negara Indonesia Hendro Prasetyo.

Dia merinci, 90,4 persen responden pemudik yang dimaksud mengaku puas itu terdiri dari 32,8 persen menyatakan sangat puas, lalu 57,6 persen menyatakan cukup puas. Adapun lainnya, sebanyak-banyaknya 5,6 persen menyatakan kurang puas, 1,7 persen tidak ada puas sejenis sekali, kemudian 2,3 persen bukan menjawab.

Sedangkan 73,9 persen responden yang dimaksud mengaku puas terdiri dari 22 persen menyatakan sangat puas, 51,9 persen menyatakan cukup puas, 8 persen kurang puas, 3,1 persen tiada puas mirip sekali, serta 15 persen tidak ada menjawab.

“Artinya warga yang tersebut mudik lebih besar miliki tingkat kepuasan atau merasa lebih banyak puas dengan penyelenggaraan mudik jika dibandingkan mereka yang mana tidak ada mudik. Mereka bisa saja merasakan langsung, bisa saja merasakan kehangatan dengan keluarganya, suasananya happy,” ungkapnya.

Adapun survei itu diwujudkan terhadap 1.217 responden melalui metode random digit dialing (RDD) pada periode 24-26 April 2024. Target populasi survei yakni warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke menghadapi atau telah menikah juga miliki telepon, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Sedangkan margin of error survei diperkirakan sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Metode melalui wawancara telepon oleh pewawancara yang mana dilatih.

Artikel ini disadur dari Survei Indikator Politik: Kebijakan Kemenhub soal Pembatasan Truk saat Mudik Diapresiasi Publik