Olahraga

Nusantara diminta belajar banyak bentuk sistem ekologi esport

14
×

Nusantara diminta belajar banyak bentuk sistem ekologi esport

Sebarkan artikel ini
Nusantara diminta belajar banyak bentuk sistem ekologi esport

Ibukota –

Kepala Akademi Esports Nasional Garudaku Robertus Aditya menyatakan Tanah Air masih harus belajar sejumlah membentuk ekosistem esport sehingga berdampak jangka panjang pada keberlangsungan olahraga itu, khususnya atlet.

Menurut dua, di Amerika Serikat serta globus Barat, esport tidak ada semata-mata sarana mencari prestasi, tapi telah masuk ranah entertainment.

"Pengembangan pada sana tak lagi selalu tentang terkait hal teknis atau kemampuan bermain, tetapi merek justru sekarang pengembangan soft skill bagi para pemainnya," kata Robertus usai berubah jadi pembicara pada Scholastic & Academic Esports Bootcamp ke Ibukota Indonesia pada Selasa.

Dia memohonkan peserta profesional di dalam Negara Indonesia tak sanggup lagi semata-mata fokus mengembangkan permainan, tapi juga kemampuan lain seperti berinteraksi sehingga mampu mendapatkan ganjaran lebih lanjut dari yang dimaksud dikerjakan selama ini.

"Itu yang digunakan menimbulkan para pemain dalam sana berbagai label brand yang tersebut sudah ada menempel ke dirinya, ini berbeda terpencil dengan dalam Indonesia," kata dia.

Menurut Robertus, hambatan lain pada mengembangkan sistem ekologi esport di dalam Nusantara dalah peraturan pada kontrak yang mana kerap berbenturan dengan aturan negara.

Kondisi itu merugikan para pemain pada negeri. Peraturan kontrak yang dipermudah bisa saja menciptakan pemain mengembangkan diri, karir, soft skill, pengalaman, serta  pengembangan karir pada ranah yang digunakan berbeda, kata Robertus.

Dua menghadirkan semua pihak sama-sama mengembangkan esport Negara Indonesia supaya sistem ekologi diciptakan sehingga berdampak panjang terhadap karir pemain kemudian pemangku kepentingan.

Scholastic & Academic Esports Bootcamp adalah kerja identik antara Akademi Garudaku, Network of Academy and Scholastic Esports Federations (NASEF), juga Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

Para kontestan cxara ini yang digunakan mencapai seratusan mendapatkan materi dari banyak praktisi juga ahli esport, seperti player development specialist NASEF/USEF Bethany Pyles, Global Senior Vice President & Pendiri at UniPin Debora Immanuela, dan juga Chair of the IESF Equity Committee Diana Tjong.

Artikel ini disadur dari Indonesia diminta belajar banyak bentuk ekosistem esport