Ekonomi

Mana yang dimaksud Lebih Cuan, Beli SBN Langsung atau Reksa Dana?

15
×

Mana yang dimaksud Lebih Cuan, Beli SBN Langsung atau Reksa Dana?

Sebarkan artikel ini
Mana yang digunakan dimaksud Lebih Cuan, Beli SBN Langsung atau Reksa Dana?

Jakarta, CNBC Indonesia – Membeli surat utang negara secara segera atau melalui reksa dana, keduanya mempunyai kelebihan serta kekurangan masing-masing. Banyak pakar berpendapat bahwa imbal hasil yang diperoleh tidak ada akan jarak jauh berbeda antara kedua metode tersebut.

Namun, penting diperhatikan bahwa surat utang negara merupakan instrumen pendapatan tetap. Di sisi lain, reksa dana memperoleh keuntungan dari pertumbuhan capital gain nilai aktiva bersih per unit penyertaannya.

Jadi, mana yang lebih lanjut baik? Membeli surat utang dengan segera atau reksa dana? Mari kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Perbedaan Cara Investasi

Investasi di dalam surat utang negara bersifat lumpsum atau sekali bayar, sedangkan reksa dana bisa saja direalisasikan secara lumpsum atau berkala (dollar cost averaging).

Meskipun penanaman modal dalam surat utang negara dapat dimulai dengan Mata Uang Rupiah 1 juta, instrumen ini lebih banyak cocok untuk mereka yang digunakan memiliki modal besar. Semakin besar modal yang digunakan, semakin besar pula imbal hasil yang sanggup diterima secara rutin.

Sementara itu, reksa dana obligasi atau pendapatan masih lebih besar cocok untuk dia yang digunakan mempunyai modal terbatas atau menginginkan fleksibilitas di berinvestasi. Dengan modal Rupiah 10 ribu saja, Anda sudah ada bisa jadi mulai berinvestasi di dalam reksa dana pendapatan tetap.

Diversifikasi Otomatis dengan Reksa Dana

Jika Anda membeli reksa dana pendapatan tetap, Anda sebenarnya berinvestasi pada bermacam macam surat utang sekaligus. Hal ini berbeda dengan membeli satu surat utang negara secara langsung.

Imbal hasil lalu risiko reksa dana akan menyesuaikan dengan biaya surat utang yang dimaksud di dalam bursa sekunder. Ketika harganya turun, nilai NAB reksa dana juga akan turun, begitu pula sebaliknya.

Meskipun nilai surat utang negara juga fluktuatif, jikalau Anda menjualnya di dalam lingkungan ekonomi sekunder, Anda tidaklah akan mengalami risiko capital loss.

Dengan mengenali perbedaan ini, Anda sanggup tambahan bijak di memilih instrumen pembangunan ekonomi yang tersebut sesuai dengan permintaan lalu keadaan keuangan Anda.

Surat utang negara ada jatuh temponya

Nah ini yang tersebut cukup penting diketahui. Surat utang negara punya masa jatuh tempo, lalu saat sudah ada memasuki masa itu, penanaman modal kita berakhir.

Lain halnya dengan reksa dana yang mana tidaklah ada periode jatuh temponya.

Apabila surat utang yang mana masuk di portofolio reksa dana itu jatuh tempo, manajer pembangunan ekonomi akan menggantinya dengan surat utang baru.

Artikel ini disadur dari Mana yang Lebih Cuan, Beli SBN Langsung atau Reksa Dana?