Kesehatan

Mengenal Inflammatory Bowel Disease, Penyakit yang dimaksud Kerap Terabaikan namun Bisa Akibatkan Komplikasi dan juga Kematian

9
×

Mengenal Inflammatory Bowel Disease, Penyakit yang dimaksud Kerap Terabaikan namun Bisa Akibatkan Komplikasi dan juga Kematian

Sebarkan artikel ini
Mengenal Inflammatory Bowel Disease, Penyakit yang dimaksud dimaksud Kerap Terabaikan namun Bisa Akibatkan Komplikasi kemudian juga Kematian

JAKARTA – Dalam rangka memperingati World Inflammatory Bowel Disease Day 2024, RS Abdi Waluyo DKI Jakarta mengatur seminar bertajuk ‘Kiat Mendeteksi serta Mengatasi Penyakit Radang Usus/IBD’ kemudian juga FunWalk. Kegiatan ini bertujuan untuk turut menyuarakan pentingnya perhatikan terhadap IBD atau peradangan usus kronis yang dimaksud dapat mengakibatkan komplikasi berat bahkan kematian penderitanya.

Untuk lebih banyak memahami apa itu IBD, pada artikel ini akan dijelaskan terkait penyakit tersebut. IBD sendiri merupakan sekelompok penyakit autoimun yang digunakan ditandai dengan peradangan pada usus kecil juga besar, ke mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. IBD di antaranya penyakit inflamasi yang digunakan mempunyai pemicu multifaktorial.

Pada dasarnya, IBD terbagi bermetamorfosis menjadi 3 tipe yaitu Ulcerative Colitis (UC), Crohn’s Disease (CD), lalu Colitis Indeterminate (Unclassified). Pada UC, muncul peradangan kemudian luka di sepanjang lapisan superfisial usus besar serta rectum, sehingga kerap merasa nyeri ke bagian kiri bawah perut.

Mengenal Inflammatory Bowel Disease, Penyakit yang tersebut Kerap Terabaikan namun Bisa Akibatkan Komplikasi kemudian Kematian

Fun Walk RS Abdi Waluyo pada rangka memperingati “World Inflammatory Bowel Disease Day 2024. Foto/Istimewa

Sedangkan pada CD, muncul peradangan hingga lapisan saluran pencernaan yang digunakan tambahan dalam, sehingga rutin merasa nyeri di bagian kanan bawah perut namun pendarahan dari rektum cenderung lebih lanjut jarang.

Pada pasien dengan UC, mempunyai tendensi 6 kali lebih banyak besar berisiko komplikasi menjadi karsinoma rektum jika dibandingkan dengan penyakit inflamasi usus lainnya. Namun, hanya sekali 5% tindakan hukum UC berat yang dimaksud bermetamorfosis menjadi neoplasma kolorektal.

Chief Executive Officer RS Abdi Waluyo dr. Roswin R.D., MARS, mengatakan, pihaknya berjanji terhadap kesegaran pasien dengan meningkatkan kesadaran merek terkait IBD di Indonesia, menyediakan akses bagi terapi IBD, dan juga bermitra dengan asosiasi medis untuk meningkatkan pengetahuan, diagnostik, serta tatalaksana IBD.

“Ini saatnya kita bersatu untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit, tantangan sehari-hari yang mana dihadapi oleh pasien yang hidup dengan penyakit radang usus, perlunya akses yang dimaksud tambahan baik untuk layanan IBD juga lebih tinggi berbagai penelitian untuk menemukan penyembuhan yang mana lebih besar baik serta pada akhirnya dapat menyembuhkannya. Hal ini oleh sebab itu IBD dapat menyerang siapa pun tanpa memandang usia,” kata dr. Roswin.

Pada kesempatan yang tersebut sama, RS Abdi Waluyo juga meluncurkan pelayanan IBD Center dengan visi untuk memberikan pelayanan yang dimaksud berfokus pada penegakan diagnosa yang digunakan cepat serta tepat juga pengobatan yang tersebut holistik.

Prof. dr. Marcellus Simadibrata, PhD, SpPD, KGEH, FACG, FINASIM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RS Abdi Waluyo menyatakan, pada dasarnya asal-mula IBD belum diketahui dengan jelas. Namun, kesalahan pada diet juga tingkat stres berlebih sanggup memicu terjadinya IBD.

Faktor keturunan juga berperan pada IBD, meskipun bilangan penderitanya sangat sedikit.

Artikel ini disadur dari Mengenal Inflammatory Bowel Disease, Penyakit yang Kerap Terabaikan namun Bisa Akibatkan Komplikasi dan Kematian