Ekonomi

Mesin Fotokopi Mulai Ditinggalkan, Xerox Mulai PHK 23 Ribu Karyawan

25
×

Mesin Fotokopi Mulai Ditinggalkan, Xerox Mulai PHK 23 Ribu Karyawan

Sebarkan artikel ini
Mesin Fotokopi Mulai Ditinggalkan, Xerox Mulai PHK 23 Ribu Karyawan

Nadineworldwide.com – Korporasi pembuat mesin fotokopi global Xerox mengumumkan akan datang memangkas total tenaga kerjanya sebanyak 15 persen sebagai bagian dari restrukturisasi.

Upaya terbaru perusahaan untuk mengalihkan fokus ke penawaran layanan usaha dan juga menjauh dari mesin fotokopi ikoniknya.

Mengutip CNBC.com Kamis (4/1/2024) perusahaan menyatakan akan menghurangi staf globalnya, yang mana mencakup sekitar 23,000 karyawan pada tahun 2022, kemudian menunjuk pasukan kepemimpinan baru.

PHK diperkirakan akan terjadi pada kuartal pertama tahun 2024.

Saham perseroan anjlok lebih lanjut dari 12 persen pasca kabar PHK diumumkan. Harga sahamnya terus meningkat selama setahun terakhir, sebagian sebab Xerox telah terjadi menghemat miliaran dolar Negeri Paman Sam setelahnya memulai kegiatan pemotongan biaya pada tahun 2018.

Perusahaan ini melaporkan penurunan pendapatan sekitar 6 persen pada kuartal ketiga tahun 2023 dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2023 tahun sebelumnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Xerox kesulitan menyesuaikan diri dengan era digital lantaran menurunnya permintaan tinta dan juga dokumen cetak.

Di bawah kepemimpinan Ursula Burns, mantan direktur utama Xerox, perusahaan berupaya meningkatkan layanan bisnisnya dengan membantu klien menyederhanakan aliran dokumen dalam sumber daya manusia juga layanan kemampuan fisik dan juga menangani sistem pembayaran.

Pada tahun 2010, perusahaan ini mengakuisisi Affiliated Computer Services, yang mana menjalankan layanan pembayaran komputer untuk tol jalan raya E-ZPass, senilai US$6,4 miliar.

Namun Xerox mengirimkan bidang usaha outsourcing teknologi informasinya senilai lebih banyak dari US$1 miliar pada tahun 2014, kemudian persaingan dari Tiongkok pada produksi pembuat klon kartrid merugikan keuntungannya.

Perusahaan juga berupaya menyebabkan terobosan pada pencetakan 3D, namun unit perusahaan yang disebutkan juga dijual pada Agustus 2023.

Pada tahun 2018, perusahaan mengumumkan merger dengan konglomerat Jepun Fujifilm. Penggabungan yang disebutkan dibatalkan kurang dari tiga bulan kemudian setelahnya aktivis pemegang saham, khususnya Carl Icahn, memprotes tindakan yang dimaksud oleh sebab itu menilai terlalu rendah Xerox.

Pada tahun 2019, Xerox berupaya mengakuisisi HP, namun kesepakatan yang disebutkan juga dibatalkan pasca HP menolaknya, dengan alasan perasaan khawatir berhadapan dengan kemampuan fisik keuangan Xerox.

(Sumber: Suara.com)