Kesehatan

Jalan keluar Insulin untuk Pasien Diabetes Disarankan Tersedia pada Puskesmas, Pakar Aspek Kesehatan Ungkap Manfaatnya

16
×

Jalan keluar Insulin untuk Pasien Diabetes Disarankan Tersedia pada Puskesmas, Pakar Aspek Kesehatan Ungkap Manfaatnya

Sebarkan artikel ini
Jalan meninggalkan Insulin untuk Pasien Diabetes Disarankan Tersedia pada Puskesmas, Pakar Aspek Bidang Kesehatan Ungkap Manfaatnya

Nadineworldwide.com – Terap insulin jadi salah satu terapi penting bagi pasien hiperglikemia melitus (DM). Selama ini, pasien DM baru bisa saja mendapatkan insulin pada rumah sakit rujukan tingkat lanjut. Namun, pakar kebugaran menyarankan agar insulin bisa saja tersedia mulai dari prasarana layanan kemampuan fisik pertama, seperti puskesmas, demi menghemat anggaran Pemastian Bidang Kesehatan Nasional (JKN).

Akademisi dari Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS FKMUI) Prof. Budi Hidayat menyatakan bahwa dana JKN mampu dihemat hingga 14 persen atau sekitar Rupiah 1,7 triliun per tahun apabila terapi insulin diberikan mulai dari prasarana kondisi tubuh tingkat pertama.

Hasil studi yang dimaksud juga dikatakan untuk menggalang pilar perubahan fundamental kebugaran pada aspek layanan primer kemudian perubahan fundamental pembiayaan kesehatan.

ilustrasi penderita hiperglikemia menyuntikan insulin (Pixabay.com/peter-facebook)
ilustrasi penderita hiperglikemia menyuntikan insulin (Pixabay.com/peter-facebook)

“Pemberian insulin ini dapat menguatkan sarana kemampuan fisik tingkat pertama, tiada semata-mata berdampak pada budjet saja, oleh sebab itu kan insulin cuma ada pada infrastruktur kondisi tubuh rujukan tingkat lanjutan. Padahal pemberian insulin lebih tinggi bagus kemudian efisiensi dana pada JKN apabila dijalankan pada tingkat pertama,” kata prof Budi pada konferensi pers CHEPS FKM UI di area Jakarta, Hari Senin (18/12/2023).

Meski insulin disarankan agar lebih besar dekat kemudian mudah diakses masyarakat, prof. Budi juga menyarankan agar obat yang disebutkan batu boleh diberikan terhadap pasien DM tipe 2 yang sudah sakit selama 5 tahun. Karena biasanya pada tahap yang dimaksud penyakit sudah ada menjadi komplikasi, sehingga tak cukup hanya saja dengan konsumsi obat biasa.

Terkait penghematan dana tersebut, prof Budi menerangkan, pemberian insulin mulai dari sarana kebugaran tingkat pertama menjadikan tak ada lagi rujukan ke rumah sakit tingkat lanjut yang tersebut bisa jadi memakan biaya. Di sisi lain, pembiayaan insulin juga tak murah.

“Belum lagi kalau berbicara akses, dalam mana infrastruktur kebugaran pertama pasti kan dekat dengan tempat tinggal mereka. Jadi, mereka bukan perlu bolak-balik pergi yang digunakan sangat ke prasarana kondisi tubuh lanjutan untuk mendapatkan insulin,” ucapnya.

konferensi pers CHEPS FKM UI. (Lilis/Suara.com)
konferensi pers CHEPS FKM UI. (Lilis/Suara.com)

Kemudahan akses terhadap insulin juga memungkinkan pasien sanggup lebih lanjut disiplin di melakukan pengobatan. Sehingga, harapannya penyakitnya jadi lebih tinggi mudah terkontrol lalu mengurangi terjadinya komplikasi penyakit.

Insulin sendiri sebenarnya hormon alami yang digunakan dihasilkan oleh organ pankreas untuk membantu tubuh pada mengontrol kadar gula darah serta menjalankan glukosa sebagai sumber energi. Namun, pada pasien DM, pankreas tidaklah mampu lagi memproduksi insulin.

Sehingga diperlukan dukungan penyembuhan insulin, teristimewa bagi pasien DM tipe 1 juga DM tipe 2 yang penyakitnya telah bukan terkontrol.

(Sumber: Suara.com)