Ekonomi

Presiden Lanjut Bagikan Bantuan Pangan CBP di area Banyumas serta Tegal

16
×

Presiden Lanjut Bagikan Bantuan Pangan CBP di area Banyumas serta Tegal

Sebarkan artikel ini
Presiden Lanjut Bagikan Bantuan Pangan CBP dalam area Banyumas juga Tegal

Nadineworldwide.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi launching penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras eksekutif (BP-CBP). Setelah di tempat Cilacap, Presiden hadir pada Banyumas. Tepatnya di area gudang Bulog Klahang lalu Banpang, pada Rabu, 3 Januari 2024.

Turut Hadir di acara launching ini Menteri Koordinator Area Pembangunan Manusia juga Kebudayaan Muhadjir Effendy Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Direktur Bisnis Kurir dan juga Logistic Tonggo Marbun.

Di kunjungan kali ini Presiden Joko Widodo menjamin Bantuan El Nino telah dalam terima oleh KPM. Presiden menekankan bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino merupakan bantuan khusus bagi penerima faedah yang dimaksud terdampak kekeringan.

“Ini yang tersebut hadir di dalam di tempat ini dulu September, Oktober, November, sudah ada mendapatkan bantuan, ada? Ini adalah kelihatannya tambahan. Yang bulan Januari sudah ada dapat semuanya? Sudah terima semuanya. Nanti Februari, Maret dapat lagi. Nanti kalau APBN memungkinkan, April, Juni mampu kita teruskan lagi,” ucap Presiden Jokowi ditulis Kamis (4/1/2024).

BP-CBP ini disebutkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, menyasar 22,4 jt penerima. PT Pos Indonesia (Persero) untuk tahun ini mendapatkan alokasi untuk mendistribusikan bantuan Cadangan Beras pemerintahan dalam 20 Provinsi terhadap 13.415.219 penerima bantuan pangan (PBP) per bulan.

“Datanya kami dapat dari Kemenko PMK, yaitu Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Informasi ini telah diverifikasi oleh Kementerian Keuangan, BPKP, dan juga KPK sehingga data ini tentunya kita anggap paling akurat hari ini,” kata Arief.

Jika ternyata masih ada warga yang digunakan hidup dalam bawah garis kemiskinan namun namanya belum terdata sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP), Arief menyarankan untuk mengajukan terhadap aparat RT/RW setempat.

“Apabila ada saudara kita yang mana di dalam bawah garis kemiskinan dan juga belum masuk data ini, sanggup mengajukan melalui RT/RW. Nanti akan diverifikasi, sehingga bulan berikutnya bisa jadi kita mutakhirkan datanya,” ucapnya.

Mengenai stok beras Bulog yang digunakan angkanya naik turun, Arief menyatakan hal itu sebab beras disalurkan melalui berbagai kegiatan bantuan.

“Beras yang digunakan ada pada waktu ini pada Bulog sekitar 1,4 jt ton. Angka ini bergerak terus, mampu 1,6 atau 1,5. Pertanyaannya, kenapa sih angkanya berubah-ubah? Angkanya berubah dikarenakan stok bergerak terus. Kita ada penyaluran-penyaluran,” ucapnya.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan pada waktu ini pun produksi beras terus digenjot. Selain petani terus berproduksi, stakeholder terkait bidang pangan juga bahu membahu menjamin ketersediaan stok beras.

“Mulai 2024 ini cadangan pangan pemerintah Badan Pangan Nasional sekarang diminta untuk mengatur Kepres 125 tahun 2022 mengenai Cadangan Pangan Pemerintah. Ini adalah nanti Bulog bersatu BUMN dalam bidang pangan mempersiapkan sebagai off taker. Kita terima kasih untuk Bu Menteri Keuangan juga jajaran, kita disiapkan dana penjaminan sekitar 28,7 triliun. Jadi kita tak belaka bicara bantuan pangan, tapi juga logistik secara keseluruhan, termasuk bagaimana pemerintah melalui BUMN di area bidang pangan sebagai off taker, sebab Pak Presiden perintahnya untuk Badan Pangan Nasional untuk mengangkat apa yang digunakan diproduksi oleh petani. Jadi biarkanlah petani kita memproduksi, kemudian BUMN di area bidang pangan dengan Badan Pangan Nasional menyiapkan untuk off take dengan harga jual yang digunakan bagus,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi juga sinergi yang terus dibangun, Arief menyakini produksi beras nasional akan masih terjaga.

“Satu per satu pada dua tahun terakhir, Badan Pangan Nasional bersatu Bulog, RNI, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, lalu dari sisi pemuaian ada Bank Indonesia, Menteri Dalam Negeri, seluruh stakeholder di tempat bidang pangan yang dimaksud saya rasa telah sangat baik. Ke depan akan lebih lanjut baik lagi. Jangan lupa teman kita di dalam legislatif juga penting untuk keberpihakan terhadap pangan pada Indonesia,” ujarnya.

“Ke depan, faktor produksi menjadi tanggung jawab kita semua. Bagaimana keberpihakan terhadap teknologi, ketersediaan pupuk, benih, bagaimana menyampaikan pengurangan dari konversi lahan, kemudian menyingkap lahan baru, intensifikasi pertanian. Jadi semua ini harus holistik dan juga terintegrasi, tidaklah bisa saja sendiri-sendiri,” kata Arief menegaskan.

Masih terkait kolaborasi antar kementerian/lembaga, Arief berharap BUMN dalam bidang pangan dapat menjadi motor penggerak nasional.

“Pak Presiden menyampaikan tiada hanya saja makro, mikro, itupun masih kurang. Mesti detail. Kalau BUMN dengan Pak Erick, Menteri BUMN. Saya masih berbicara dengan beliau sampai sekarang, bagaimana BUMN di tempat bidang pangan, Pak Erick ungkapkan bukan boleh menjadi menara gading, tetapi harus berkolaborasi dengan private. BUMN di area bidang pangan menjadi motor penggerak nasional. Perbedaan BUMN dengan private itu ada ’N’ di dalam belakang, ada negaranya, sehingga sanggup bersama-sama kementerian/lembaga untuk mengerjakan sejumlah hal,” katanya.

Pos Indonesia Mitra Pendistribusian di dalam 20 Provinsi

PT Pos Indonesia (Persero) menjadi mitra pendistribusian BP-CBP di dalam 20 provinsi dengan alokasi 13.415.219 PBP.

Direktur Bisnis kemudian Kurir Logistik Pos Indonesia Tonggo Marbun optimistis penyaluran di dalam 20 provinsi akan berjalan lancar, tepat sasaran, tepat waktu, serta akuntabel.

“Alhamdulillah, kita telah memulai penyaluran bantuan beras bulan Januari yang mana secara langsung di-launching oleh Bapak Presiden pada Cilacap kemarin, kemudian hari ini pada Banyumas, akan berlanjut dalam Tegal,” kata Tonggo.

Dalam penyaluran BP-CBP ini Pos Indonesia menyiapkan seluruh sumber daya termasuk memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi mobile Pos Giro Cash (PGC).

“Koordinasi kami dengan Bulog cadangan beras yang tersebut satuan 10 kg sudah ada siap disalurkan. Kami telah menyiapkan penyaluran untuk komunitas seperti ini di tempat beberapa titik tertentu. Kemudian penyaluran pada Kantorpos dan juga ada beberapa case yang digunakan akan diantarkan ke rumah penerima langsung. Salah satu keunggulan kemudian kelebihan penyaluran oleh Pos Indonesia adalah kita mempunyai sistem program yang secara langsung meregister, dilengkapi fasilitas face recognition, kemudian terhubung dengan Dukcapil sehingga memverifikasi bantuan tepat sasaran by name by address,” ujar Tonggo.

Pos Indonesia pada mendistribusikan bantuan beras ini menerapkan teknologi digital merupakan aplikasi mobile Pos Giro Cash (PGC). Dengan menggunakan PGC, penerima yang tersebut sudah pernah mendapatkan bantuan dapat diketahui dari foto diri sama-sama dengan identitas yang dimaksud dibawa yaitu KTP/KK (fitur face recognition). PGC juga menyertakan geotagging, yaitu menyertakan lokasi penerima mendapatkan bantuan, sehingga dapat dilacak melalui peta.

Setelah seluruh proses terlaksana dengan baik, maka proses selanjutnya terdiri dari pendokumentasian seluruh arsip ataupun dokumen akan dijalankan menggunakan perangkat lunak e-Filing. Hal ini adalah program yang digunakan untuk memeriksa keabsahan dokumen, penyimpanan dokumen hingga dapat diketahui progressnya menggunakan dashboard realtime. E-Filling bermanfaat untuk menggalang akuntabilitas penyaluran oleh Pos Indonesia, termasuk bukti (evidence) dokumen penyerahan secara digital.

Ketiga aplikasi mobile yang digunakan digunakan yang dimaksud dapat diakses oleh seluruh stakeholder serta progress-nya dapat dilihat melalui dashboard dalam ketiga perangkat lunak tersebut. 

“Semua penyaluran bantuan dilaksanakan dengan perangkat lunak PGC dan juga dashboard, bisa saja diakses oleh seluruh stakeholder terkait. Dengan menggunakan sistem PGC, kita meyakinkan penyaluran CBP tepat sasaran terhadap penerima,” kata Tonggo.

Kemudian, di pengangkutan beras dari gudang BULOG menuju ke lokasi penyerahan bantuan menggunakan perangkat lunak CBP di area mana seluruh proses pemindahan serta pengangkutan beras dapat dilacak kemudian diketahui jumlahnya secara real time. 

“Kita juga ada sistem perangkat lunak PGC yang dimaksud dapat dimonitor secara langsung, real time, dashboard-nya. Kami sedang mengintegrasikan dengan sistem di dalam Bulog sehingga mampu meninjau progress secara langsung, real time, proses penyaluran serta kalau ada hambatan bisa saja segera dieskalasi,” ujarnya.

Semua strategi penyaluran yang dimaksud disiapkan termasuk untuk menuntaskan pendistribusian hingga ke tempat 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

“Kami siap. Belajar dari penyaluran bantuan sebelumnya, kita sudah ada antisipasi beberapa kendala seperti jadwal kapal reguler, faktor cuaca, ketersediaan pasukan kita sudah ada disiapkan juga menyebabkan perencanaan penyaluran lebih lanjut awal sehingga kalau ada hambatan bisa jadi segera diselesaikan. Harapannya bisa jadi selesai di area 3T sesuai kapabiltas PT Pos selama ini,” kata Tonggo.

(Sumber: Suara.com)