Teknologi

Pengaplikasian Teknologi Digital oleh Perempuan Naik

34
×

Pengaplikasian Teknologi Digital oleh Perempuan Naik

Sebarkan artikel ini
Pengaplikasian Teknologi Digital oleh Perempuan Naik

JAKARTA – Perempuan semakin memegang peranan penting pada lingkungan pertanian dan juga pangan. Hal yang disebutkan dilihat dari tumbuhnya sumbangan perempuan pada tahapan rantai pasok bidang pangan seperti budidaya serta pendistribusian (sektor UMKM).

Namun, eksistensi perempuan dalam sektor pertanian serta pangan bukanlah tanpa tantangan, maka diperlukan langkah strategis untuk melindungi juga meningkatkan akses perempuan di sektor pertanian khususnya di dalam wilayah pedesaan.

Direktur Supply Chain Management serta Teknologi Pengetahuan ID FOOD Bernadetta Raras menjelaskan, salah satu upaya meningkatkan akses perempuan di dalam sektor pertanian dan juga pangan melalui digitalisasi.

Sehingga perempuan semakin melek perkembangan digital dan juga berdampak terhadap semakin enteng menjalankan bidang usaha secara daring.

“Berdasarkan data Kementerian Komunikasi juga Informatika RI 2021, 80% UMKM milik perempuan pada Nusantara saat ini menggunakan platform digital digital untuk mengirimkan komoditas juga layanannya. Survei yang disebutkan juga menemukan bisnis-bisnis ini mengalami peningkatan pelanggan rata-rata sebesar 20% sejak merekamenggunakan teknologi digital,” papar Raras pada waktu berubah menjadi pembicara dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Workshop on Promoting Women Economic Empowermen Across Agri-Food Chain dalam Hanoi, Vietnam, kemarin (16/4).

Guna meningkatkan akses digital tersebut, ID FOOD sudah pernah melakukan pengembangan beberapa jumlah aplikasi mobile yang tersebut dapat membuka akses perempuan untuk melakukan kegiatan wirausaha secara daring, seperti pengembangan kanal Digital Touch Point, Digital Lelang “Dilan”, e-commerce Warung Pangan, optimalisasi market place “PaDiUMKM” yang tersebut dijalankan sama-sama Kementerian BUMN, kemudian pembuatan channel online store pada e-commerce untuk memasarkan produk-produk pertanian lalu pangan.

“Langkah yang dimaksud memungkinkan ID FOOD menjalin kemitraan dengan pelaku bisnis pertanian dan juga UMKM Perempuan. ID FOOD juga dapat melakukan off take produk-produk yang mana dihasilkan oleh petani untuk kemudian diolah dan juga dipasarkan untuk segmen lingkungan ekonomi nasional maupun mancanegara. Jadi kita membuka prospek selebar-lebarnya khususnya bagi para pelaku bisnis perempuan untuk berkolaborasi,” jelasnya.

Dalam turnamen APEC Workshop on Promoting Women Economic Empowermen Across Agri-Food Chain pada Hanoi, ID FOOD tampil di pembukaan E-commerce in Promotion of Women Economic Empowerment in Agri-food Chain.

Pada kesempatan tersebut, ID FOOD memberikan partisipasi terhadap identifikasi peluang, tantangan spesifik, dan juga peluang kolaborasi di adopsi e-commerce bagi perempuan di rantai pertanian pangan dalam kawasan Asia Pacific, khususnya di implementasinya dalam Indonesia. APEC Workshop ini disertai oleh para delegasi negara pada kawasan Asia Pacifi seperti Filipina, China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Meksiko, Indonesia, Thailand, dan juga Vietnam.

Artikel ini disadur dari Penggunaan Teknologi Digital oleh Perempuan Meningkat