Nasional

Museum Peradaban Nabi Muhammad Jadi Destinasi Baru bagi Jemaah Haji juga Umrah

10
×

Museum Peradaban Nabi Muhammad Jadi Destinasi Baru bagi Jemaah Haji juga Umrah

Sebarkan artikel ini
Museum Peradaban Nabi Muhammad Jadi Destinasi Baru bagi Jemaah Haji juga Umrah

MADINAH – Pusat Kota Madinah Al Munawaroh banyak menyimpan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dengan para Sahabatnya. Salah satunya Museum Peradaban Nabi Muhammad SAW yang mana dapat dikunjungi para peziarah juga jemaah umrah dari bervariasi negara, satu di antaranya Indonesia.

Museum ini menyimpan sejumlah peninggalan Nabi Muhammad, mulai dari replika rumah Nabi lalu para sahabatnya, silsilah keluarga Nabi, alat memasak, tempat menyimpan makanan dari unsur dasar dermis unta dan juga pelepah kurma hingga alat-alat pertempuran yang digunakan dikemas pada teknologi canggih.

Asep Ridwan Petugas Museum selama Indonesia menjelaskan, ihwal proyek ini dibangun menghadapi perintah Kerajaan Arab Saudi. Dia mengatakan, proyek ini pertama kali dicanangkan oleh manusia Syech bernama Nasir Azzahroni.

“Beliau telah menulis karya tulis yang mana menjadi konten museum ini sejak 17 tahun yang lalu. Dan museum ini terbagi dari beraneka macam bangunan yaitu ditampilkan melalui ensiklopedia-ensiklopedia yang mana informatif, begitu juga miniatur-miniatur replika kota makkah kemudian kota madinah pada zaman nabi,” ungkapnya, Rabu (24/4/2024).

Asep mengatakan, keinginan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi menampilkan museum dengan teknologi canggih adalah cara baru untuk memudahkan di menyampaikan perjuangan Nabi Muhammad SAW untuk peziarah.

“Ini berubah menjadi pertimbangan yang tersebut sangat baik lantaran memang sebenarnya sekarang teknologi semakin progresif juga orang-orang sangat tertarik dengan multimedia seperti itu. Jadi memudahkan kita menyampaikan sirah nabi dengan menyita perhatian terhadap pengunjungnya,” ujarnya.

Asep menuturkan, otoritas Kerajaan Arab Saudi memberikan perhatian penuh terhadap pengerjaan proyek tersebut. Sehingga di pengerjaannya melibatkan banyak ahli pada bidangnya masing-masing.

Selain itu, keterlibatan para ahli diperlukan untuk menegaskan bahwa setiap barang-barang peninggalan Nabi Muhammad sesuai dengan keadaan ketika itu.

“Setiap ahli yang digunakan berkaitan dengan multimedia itu kami ikutsertakan di proyek ini salah satunya kita punya media yang tampilkan magic box itu, itu kita menampilkan barang-barang nabi secara digital, itu kita dibantu juga oleh para arkeolog-arkeolog untuk menyimpulkan barang-barang itu,” tandasnya.

Artikel ini disadur dari Museum Peradaban Nabi Muhammad Jadi Destinasi Baru bagi Jemaah Haji dan Umrah